← Kembali ke Koleksi Buku
Pengaruh Penambahan Serat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Pada Komposit Poliester Terhadap Sifat Fisika, Morfologi, Mekanika dan Termal
3 Juli 2024
![]() |
Judul | : Pengaruh Penambahan Serat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Pada Komposit Poliester Terhadap Sifat Fisika, Morfologi, Mekanika dan Termal |
| ISBN | : Masih dalam proses | |
| Penulis |
: Pardi, S.T., M.T : Herawati, S.Pd.I., S.Pd., MA |
|
| Tebal Halaman | : 30 halaman | |
| Ukuran Buku | : B5 | |
| Sinopsis | : Serat purun tikus (Eleocharis dulcis) yang selama ini digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan komposit. Tetapi pemanfaatan komposit masih memerlukan pengembangan agar mendapatkan sifat fisika, morfologi, mekanika, dan termal yang baik. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1. Analisa FTIR serat purun sebelum treatment dan sesudah treatment memperlihatkan adanya gugus fungsi yang intensitasnya bertambah serta berkurang. Gugus C=O dan C=O yang memperlihatkan keberadaan lignin serta hemiselulosa berkurang intensitasnya dan gugus Si-O-C yang memperlihatkan kandungan silika dari serat purun setelah treatment. Analisa XRD sebelum dan sesudah treatment menunjukan adanya amorph (hemiselulosa serta lignin) dan kristal (selulosa). 2. Sifat fisik dan kimia komposit yang diproleh menunjukkan peningkatan nilai densitas dengan bertambahnya filer yang digunakan. Water absorption memperlihatkan nilai yang semakin besar seiring dengan adanya penambahan jumlah serat purun yang dipakai. Sedangkan nilai thicknees swelling memperlihatkan peningkatan dengan meningkatnya rasio serat purun. 3. Analisa gugus fungsi dari papan komposit memperlihatkan adanya gugus fungsi yang intensitasnya berkurang serta bertambah. Gugus C=C dan C-O yang memperlihatkan keberadaan lignin serta hemiselulosa berkurang intensitasnya dan gugus Si-O-C yang memperlihatkan kandungan silika serat purun terhadap komposit. 4. Hasil analisa SEM menggambarkan morfologi dari papan komposit menunjukan adanya struktur yang rapuh atau kokoh. 5. Sifat mekanik yang diproleh memperlihatkan peningkatan nilai tensile strength, tensile modulus, elongation dan flexural strength dengan bertambahnya rasio serat purun yang digunakan. Pengaruh setelah perlakuan treatment terhadap serat purun mengakibatkan terjadinya peningkatan tensile strength, tensile modulus, elongation dan flexural strength. 6. Sifat termal dari komposit yang diproleh memperlihatkan terjadinya penurunan nilai weight loss dengan seiringnya bertambahnya rasio serat purun komposit yang digunakan. Sedangkan untuk sifat termal dari komposit Heat flow memperlihatkan adanya terjadi turunnya titik leleh setelah dilaksanakan pembuatan komposit. Serta adanya puncak tertinggi dan terendah yang menandakan bahwa poliester dan serat purun telah bercampur dengan baik |

_page-0001.jpg)