Di Aceh, pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di beberapa perguruan tinggi yang ada baik perguruan tinggi swasta maupun negeri di masa konflik pernah mengalami kendala pelaksanaannya karena terhambat konflik yang berkepanjangan. Konflik itu sudah berakhir pada tahun 2005 dan saat ini seluruh perguruan tinggi di Aceh dapat melakukan kegiatan KKN tanpa adanya resiko yang tinggi akibat konflik. Sejak saat itu, kegiatan KKN sudah dapat ditingkatkan kembali di masing-masing perguruan tingi.
Kalau biasanya mahasiswa KKN ke daerah desa yang tertinggal masih di wilayah dalam negeri, di Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), mahasiswa sudah bisa KKN di luar negeri. Tentunya, mahasiswa yang akan mengikuti KKN ini terlebih dahulu mengontrak mata kuliah KKN. Selanjutnya mahasiswa diberikan pilihan untuk menentukan kegiatan KKN-nya, apakah di dalam negeri atau di luar negeri.
Untuk KKN di luar negeri tahun ini, pelaksanaannya akan diadakan di Negeri Perlis, Malaysia. Hal ini berkat kerja sama yang telah dibuat antara Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) di Banda Aceh dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) di Perlis, Malaysia. Keuntungan dari pemilihan KKN di luar negeri tepatnya di Perlis adalah karena mengingat budaya Indonesia yang masih satu rumpun dan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Aceh. Selain itu, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman baru mengikuti KKN di luar negeri.
Kegiatan KKN ini akan dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) bekerja sama dengan Direktorat Kerja sama dan Enterpreneurship (DKE). Rencananya, bila jumlah mahasiswa yang akan mengikuti KKN telah mencapai kuotanya, maka mahasiswa akan dapat diberangkatkan ke lokasi sesuai jadwal. Selain itu juga, mahasiswa akan dapat mengikuti kegiatan KKN ini selama 2 minggu di bawah asuhan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).